Kisah Kuda Dan Kacamata Hitam

Diposting olehviky on Jumat, 19 Agustus 2011


Kisah Inspiratif | Kisah Kuda dan kaca mata hitam
Disebuah hutan hiduplah sekumpulan hewan yang hidup membentuk sebuah koloni, di dalam koloni tersebut ada seekor kuda yang gagah perkasa, otot-ototnya cukup menegaskan bahwa dia adalah kuda yang perkasa, dia bernama mobi. Meskipun mobi dikenal sebagai kuda yang perkasa akan tetapi perangainya kurang baik, dia tergolong kuda yang sombong.

Sore itu mobi sedang berjalan-jalan di hutan, tiba-tiba dia melihat doku sedang duduk santai di bawah sebuah pohon yang cukup rindang. Doku adalah seekor kuda yang memiliki badan yang cukup besar, hal inilah yang membuat dia dikenal sebagai kuda yang lambat, dan hobinya hanya tidur-tiduran di bawah pohon. Akan tetapi di balik badannya yang bisa di bilang tambun itu dia memiliki hati yang cukup baik, sehingga hewan-hewan lain menyukainya.

Setelah melihat Doku yang sedang duduk-duduk santai mobipun berinisiatif untuk mengejeknya.
“hai doku, apa yang sedang kamu lakukan di bawah pohon itu ?”
“aku sedang beristirahat” jawab doku
“ karena badan mu yang besar itu kau menjadi kuda yang pemalas”
Doku merasa maklum akan perangai mobi yang memang terkenal tamak, dan dia pun tidak menghiraukan perkataan mobi. Karena di cuekin mobi pun naik pitam, dan mengajak doku untuk berlomba lari mengelilingi bukit.

Sadar akan kemampuan dan tubuhnya yang cukup besar doku pun menolak tantangan dari mobi. Mobi pun tidak serta merta menerimanya, bahkan dia mengancam akan merusak kandang milik bu noni yang baru di bangun doku satu minggu yang lalu. Doku pun terdiam sambil membayangi bu noni tua yang harus kehilangan kandangnya. Singkat cerita akhirnya dokupun menerima tantangan mobi untuk berlomba melintasi bukit pada keesokan harinya.

Keesokan harinya mobi bangun dengan perasaan yang optimis, sambil mandi diapun membayangkan kemenangan yang sudah ada di depan mata. Agar dia terlihat gagah mobipun berniat untuk tampil gaya dalam lomba nanti. Setelah mandi diapun pergi kepasar untuk mencari apapun yang bias membuatnya tampil gaya. Sesampainya di pasar dia melihat iklan besar yang memuat foto seekor kuda laki-laki yang menggunalkan kacamata hitam yang kelihatan cukup macho, mobipun segera bergegas pergi ke toko kacamata dan membeli sebuah kacamata hitam yang sama persis dengan iklan yang dilihatnya.

Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu tiba, mobi yang tampak gaya sudah menunggu di garis start dengan kaca mata hitamnya, dia sudah membayangkan kemenangan yang akan di raihnya. Doku Nampak santai melihat tingkah laku mobi yang kepedean. Dia pun meminta bu noni si rusa tua untuk memakaikannya kacamata kuda yang tampak sudah usang. Akhirnya lombapun dimulai, mobi yang terkenal sebagai kuda perkasapun langsung melesat meninggalkan doku yang tampak lambat, doku sadar akan kemampuan dan postur tubuhnya, untuk itu dia harus mempunyai cara agar dia dapat mencapia garis finis dengan selamat, dokupun memilih untuk tetap focus dan menyimpan tenaganya agar dia kuat untuk menyelesaikan pertandingan ini.

Mobi yang sudah jauh meninggalkan doku merasa bangga dengan apa yang sudah diraihnya. Sampailah dia di bukit terakhir, dari atas bukit dia melihat luzi sang kuda betina yang selama ini di taksirnya sedang membersihkan diri di pinggir danau, karena keasikan menyaksikan pemandangan yang jarang-jarang bisa di lihatnya itu mobipun tidak menyadari ada batu di depannya,..gubraaak...mobipun terjatuh dan mengelinding kebawah bukit, naasnya lagi dia terhenti setelah terperosok kedalam kubangan yang berisi lumpur kotor tepat sebelum garis finis, mobi berusaha untuk bangkit, karena lumpur yang cukup licin membuatnya kesusahan untuk keluar dari kubangan itu, para penonton yang menyaksikannya pun hanya bisa tertawa menyaksikannya, dalam hati mereka berkata “ sukurin, biar dia tau rasa !”

Dokupun akhirnya sampai kegaris finis mendahuli mobi yang perkasa, yang masih berusaha keluar dari kubangan lumpur. Hewan-hewan lainpun menyambut kemenangan doku dengan suka cita.

Quote :
Terkadang kita membutuhkan kacamata kuda untuk tetap focus pada tujuan kita

{ 0 komentar.. read them below or add one }

Posting Komentar

 

Blog Archive