Kisah Inspiratif | Kisah Abid Dan Alim

Diposting olehviky on Selasa, 09 Agustus 2011


Kisah Inspiratif | Kisah Abid dan Alim 
Suatu ketika Syetan mendatangi seorang Abid dan Alim. Si Abid seorang ahli ibadah tapi tidak memiliki ilmu yang cukup, sedangkan Si Alim selain rajin beribadah juga memiliki ilmu yang baik.

Syetan bertanya kepada Abid, “Untuk apa kau baeribadah?”

“Karena dengan ibadah aku akan mendapatkan surga-NYa dan tidak akan dimasukkan ke neraka-NYa.” Jawab Si Abid.

“Bukankah Allah menciptakan surga seluas langit dan bumi?” Tanya syetan.

”Ya”, jawab Abid.

“Lalu dimanakah Allah tempatkan neraka, jika surga itu seluas langit dan bumi?” Si Abid bingung, terpaku dan tak berkutik dengan jawaban tersebut.

“Kalau begitu, Allah Cuma menciptakan surga saja, maka beribadah maupun tidak ia akan ke surga karena tidak ada tempat lain, kecuali surga. Untuk apa beribadah kalau nanti semuanya akan masuk surga?”Abid semakin bingun dan melemahlah imannya. Syetanpun tertawa karena jebakanya membawa hasil.

Selanjutnya syetan mendatangi si Alim dan berkata sama seperti yang dikatakan kepada si Abid. Dengan tenang Si Alim menjawab “Bukankah setiap yang Allah ciptakan itu berpasang pasangan?”.

“Lalu dimanakah Allah menempatkan neraka, sedang surga itu seluas langit dan bumi?” Tanya syetan baerusaha mempengaruhi Si Alim.“

“Walahu ala kulli syai’in qadir. Dia mampu melakukan apa yang dia mau. Kalau dia menciptakan surga seluas langit dan bumi, dia pun akan menciptakan neraka seluas langit dan bumi pula. Dimana penempatannya, itu kekuasaan Allah,” jelas Si Alim. Syetanpun tak berdaya dengan jawaban tersebut.

Betapa pentingnya sebuah ilmu. Betapa pentingnya sebuah pemahaman yang benar. Betapa pentingnya memahami islam secara utuh, integral tidak sebagian ( parsial ). Iman, ilmu, Amal demikian hendaknya. Banyak sekali Hadist Rosulullah ataupun sahabat yang mengatakan demikian.

Rosulullah bersabda “Satu orang fakih itu lebih berat bagi syetan daripada seribu ahli ibadah.” ( HR Tirmidzi : 5/46, No : 2681 ).

Umar Bin Khatab Ra berkata “Kematian seribu ahli ibadah yang selalu shalat diwaktu malam dan berpuasa diwaktu siang lebih ringan daripada kematian orang cerdas yang mengetahui hal hal yang dihalalkan dan diharamklan oleh Allah” ( Jami’ul Bayanil “ilmi wa Fadlili, oleh Ibnu Abdil Bar : 1/26.

Rosullah bersabda “Semoga Allah memberi kecerahan pada wajah seseorang yang mendengar pembicaraaan dariku, lantas ia menghafalkannya hingga dapat menyampaikan kepada orang lain. Sebab terkadang seseorang membawa suatu kepahaman ( ilmu ) kepada orang yang lebih paham daripadanya” ( HR Abu Dawud : 3/321, No 3660 dan At Tirmidzi 5/33 No. 2656.)



{ 0 komentar.. read them below or add one }

Posting Komentar

 

Blog Archive