Bangsa Yang Aneh | oh..Nazarudin

Diposting olehviky on Jumat, 12 Agustus 2011

Apakah bangsa indonesia sudah menjadi bangsa yang aneh ? ohh...nazarudin
Pada akhir Mei lalu kita sama-sama dikejutkan dengan berita kaburnya nazarudin ke singapura yang turut di dukung oleh para teman dan kerabatnya yang sama-sama mengatakan dia sakit, setelah lama tak pulang dan mulai berkicau tentang kebobrokan partai yang selama ini dinaunginya akhirnya teman yang dulu selalu membelanya mulai balik melawannya, sampai akhirnya pada hari minggu tanggal 7 agustus waktu Colombia dia berhasil di tangkap oleh interpol di cartagena colombia, kronoligis penangkapannya pun simpang siur, ada yang mengatakan di pantai saat sedang bersantai,ada yang bilang di cafe,ada yang bilang saat ingin sahur, tapi kepolisian setempat lewat con pressnya mengatakan nazarudin di tabgkap di bandara saat ingin terbang dari cartagena ke bogota untuk menyaksikan pertandingan sepak bola. Karena berita yang simpang siur ini media mulai berspekulasi sendiri dan mengatakan bahwa penangkapan ini sudah di rekayasa agar nampak elegan, hal ini berkaca dari pemimpin kita yang memang hoby untuk tampil elegan dan citra yang selalu di nomor satukan. Dan dari kesimpang siuran ini juga berita yang berkembang mengatakan sebelum telah penangkapan ada tim dari indonesia yang telah sampai di colombia terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan interpol dan kepolisian setempat....

Kalo menurut saya, bagaimanapun caranya, dalam keadaan apa si nazarudin di tangkap bukan hal yang penting lagi, hal yang terpenting saat ini adalah nazarudin sudah tertangkap tinggal saat ini bagaimana caranya kita semua dapat mengawal proses pemeriksaannya dapat transparan, dan apa yang selama ini selalu dia kicaukan tentang partainya dapat di buktikan.
Bukan saat yang tepat jika kita beradu argumen tentang cara penangkapannya lagi,..saya sangat merasa risih dengan apa yang kita lihat di media beberapa hari ini, para pengamat beradu argumen tentang tim siluman yang datang terlebih dahulu untuk membuntuti nazarudin, klo memang itu benar ga ada masalah, itu bagian dari tim pencari untuk mendapatkan buronannya...
kenapa saya mengatakan bangsa ini sebagai bangsa yang aneh ?
sewaktu nazar kabur kita semua heboh, waktu dia ga pulang-pulang kita heboh, waktu dia tele confrence kita heboh, sekarang ketika nazar sudah tertangkappun kita heboh, sewaktu KPK blum bisa menagkapnya media sama-sama merilis bahwa KPK lambat karena ada konflik kepentingan dan pesanan penguasa, sekarang ketika sudah berhasil di tangkap kita bukannya memberikan credit kepada KPK kita malah berburuk sangka dengan mempersoalkan proses penangkapannya, dan yang lagi heboh saat ini adalah proses pemulangannya yang menggunakan pesawat carteran bernilai 4 milyar rupiah...
sungguh bangsa yang aneh...kita sama-sama tau jika nazarudin adalah buronan yang licin dan memiliki banyak uang,paspornya sudah di cabut, dan jika dia menggunakan pesawat komersil untuk menghemat anggaran, bukan tidak mungkin nazarudin akan memanfaatkan celah ini saat pesawat tersebur transit, karena setiap negara memiliki aturan hukum yang berbeda, jika pada waktu transit terdapat masalah hukum baru tentang keimigrasian yang dapat menyebabkan nazarudin di tangkap oleh kepolisian setempat bukan tidak mungkin hal ini dapat menjadi masalah baru dan dapat menyebakan penangkapan ini menjadi sia-sia.
kalo masalah biaya yang mencapai 4 milyar, hal tersebut bisa saja di bebankan kepada nazarudin dan di masukan kedalam biaya perkara atau denda yang harus di bayarkan, seperti kata pak JK 4 milyar bisa menjadi 400 milyar...
ada pula stasiun TV yang mengatakan jika Gayus bisa menggunakan pesawat komersil mengapa nazar tidak ?
sungguh pertanyaan yang aneh..jika nazar tertangkap di singapura jga bukan tidak mungkin akan meggunakan pesawat komersil, karena penerbangan langsung ke jakarta, sedangkan dari colombia ga ada penerbangan yang langsung kejakarta, dan harus transit di beberapa negara, walaupun untuk pesawat carteran juga harus transit untuk mengisi bahan bakar tapi penumpang tidak di haruskan turun dari pesawat, berbeda dengan pesawat komersil..
ada jiga yang takut jika nazarudin di brainwash di dalam pesawat, hal ini bukan tidak mungkin terjadi, tapi apa salahnya jika kita mencermati dulu dan mengikuti proses ini, jika di tengah jalan ada keanehan dan kejanggalan baru kita sama-sama berteriak, jangan belum apa-apa kita sudah berburuk sangka terhadap KPK, apalagi para wakil rakyat yang ikut-ikutan terus menghujat KPK,..ga ada salahnya kan kita bersabar dan megikuti proses ini, jangan dulu kita menghakimi seseorang sebelum kita memiliki bukti yang kuat, jika mereka ragu terhadap kredibilitas KPK karena pimpinannya yang di sebut-sebut nazar, mana mungkin nazar du jadikan tersangka, bahkan sampai membentuk tim pengejaran sampai akhirnya di tangkap, KPK itu kan bukan cuma chandra,yasin atau ade rahrja aja, pimpina KPK itu colective colegial, jadi semua keputusan di KPK harus melibatkan semua pimpinan.

Jadi bukan waktu yang tepat jika kita terus berdebat tentang cara penangkapan dan pemulangan nazarudin, yang terpenting saat ini bagaimana proses hukum ini dapat berjalan dengan benar dan setransparan mungkin, bagaimana proses hukum tidak di intervensi oleh pihak-pihak yang berkepentingan, jangan samapai ketika kita sibuk berdebat tentang proses penangkapan dan pemulangan, mereka yang tersangkut kasus ini tengah menyusun strategi melakukan deal-deal khusus.
Sudah seharusnya kita merapatkan barisan untuk sama-sama mengawal proses ini. Jika memang apa yang di sebut-sebut nazarudin itu benar tentang dana korupsi untuk membiayai partai, sudah sepatutnya partai demokrat di bubarkan dan semua yang terlibat di penjarakan, dan jika juga terbukti para pimpina KPK terlibat Harus di jatuhi hukuman yang lebih berat dari para pelaku korupsi lainnya, kalo perlu hukuman mati...tapi kita harus mengutamakan azas praduga tak bersalah, jadi sebelum hal tersebut dapat di buktikan kita jangan terlebih dulu menjatuhkan vonis...kalo dengan para politisi di DPR kita anggap saja mereka sebagai kotoran kerbau, jika presiden kita anggap kerbau maka sudah sepatutnya mereka kita anggap kotoran kerbau,karena mereka sama kotor dan baunya seperti kotoran kerbau. karena dalam politik jika ada satu orang yang bersalah tapi dia memiliki sejuta pendukung bisa jadi benar, dan satu orang yang benar jika dia tidak memiliki pendukung bisa jadi bersalah..para anggota DPR memang selalu memusuhi KPK karena memang mereka bukan orang-orang yang bersih, jika mereka bersih mana mungkin mereka akan terus memusuhi KPK, hal ini dapat kita lihat dalam kasus cicak buaya, bahkan setelah di keluarkannya deponering pun bibit chandra masih di usir oleh komisi 3, padahal sama-sama kita ketahui jika perkara mereka di rekayasa, seperti apa yang kita dengarkan rekamannya di MK..kalo begini bukan kah malah DPR yang selalu ingin melemahkan KPK....

Jadi mari sama-sama kita kawal proses hukum ini agar berjalan di track yang benar tanpa ada intervensi dari manapun, dan kepada mereka yang bersalaha harus mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya, jika benar Demokrat terlibat maka partai tersebut harus di bubarkan dan SBY diturunkan, jika ada anggota DPR & KPK yang terlibat maka mari kita gantung ramai-ramai, tapi sebelumnya marilah kita biarkan dulu KPK bekerja...pada saat ini sudah sebaiknya kita melihat sesuatu dengan lebih obyektif dan jangan menggunakan kacamata kuda, sehingga orang yang belum tentu bersalah di karenakan opini yang berkembang menyatakan bersalah harus di vonis sebelum disidang....berfikir jernihlah di tengah negara yang kotor

Ini hanya opini saya sebagi masyarakat, terlepas dari semua pro dan kontra silahkan anda bangun opini anda sendiri



{ 0 komentar.. read them below or add one }

Posting Komentar

 

Blog Archive