Lesbian Kini Bisa Punya Anak Biologis

Diposting olehviky on Kamis, 22 September 2011

Sperma
Bagi Pasangan lesbian yang ingin memiliki anak biasanya harus mendapatkan donor sperma untuk bisa memiliki anak. Kini ilmuwan tengah mengembangkan sel sperma dari embrio perempuan, sehingga pasangan lesbian bisa memiliki anak biologisnya sendiri.

Sebelumnya, ilmuwan di Inggris telah berhasil membuat sel sperma primitif dari sel sumsum tulang laki-laki. Kini dalam studi terbaru, ilmuwan kembali mengulang prestasi dengan membuat sel sperma dari sel induk embrio perempuan.

Dengan hasil penelitian ini memungkinkan pasangan lesbian untuk memiliki anak satu hari nanti, yaitu dengan membagi kedua gen menjadi sperma yang diciptakan dari sumsum tulang salah satu perempuan, yang kemudian dapat digunakan untuk membuahi sel telur dari pasangannya.

Laki-laki dan perempuan berbeda karena kromosom seks. Laki-laki dan perempuan memiliki kromosom X,-- perempuan XX dan laki-laki XY--, tetapi hanya laki-laki yang memiliki kromosom Y yang membawa beberapa gen yang dianggap penting untuk membuat sperma, sehingga memunculkan skeptisisme dengan adanya berita sel induk perempuan yang bisa digunakan untuk membuat sperma.

Pada April 2010, Prof Karim Nayernia, seorang profesor dari Stem Cell Biology di Newcastle University, telah menjadi berita utama karena mengambil sel induk (stem cell) dari laki-laki dewasa dan membuatnya berkembang menjadi sperma primitif.

Kini ia telah berhasil mengulangi prestasi dengan menciptakan sel sperma primitif dengan sel induk embrio perempuan dalam pekerja yang tidak dipublikasikan, seperti dilansir Telegraph, Selasa (13/9/2011).

Langkah berikutnya adalah untuk membuat sperma primitif mengalami miosis, sehingga memiliki jumlah bahan genetik yang tepat untuk fertilisasi atau pembuahan.

Prof Nayernia menunjukkan potensi metode ini pada tahun 2006, ketika ia menggunakan sperma yang berasal dari sel induk embrio laki-laki untuk membuahi tikus untuk menghasilkan tujuh anak anjing, enam diantaranya dapat hidup hingga dewasa. Dia sekarang optimistis tentang prospek penelitian sperma dari embria perempuan ini.

"Saya pikir, pada prinsipnya, ini secara ilmiah dapat terjadi," tutur Prof Karim Nayernia, seperti dilansir New Scientist.

Dia mengatakan telah mendapatkan persetujuan etis dari universitas untuk menggunakan sel-sel induk sumsum tulang dari perempuan untuk memulai percobaan membuat sperma dari embrio perempuan.

Souce : detikHealth

 

Blog Archive