Rumah Dibakar Karena Diduga HIV/AIDS (STOP DISKRIMINASI!)

Diposting olehviky on Jumat, 09 September 2011

Sungguh apa yang telah di lakukan oleh sejumlah masyarakat di Tulung agung ini sangat tidak pantas untuk di contoh, pasalnya mereka tega ingin membakar sebuah rumah karena sebuah gosip. berdasarkan kabar yang berkembang , mereka ingin membakar sebuah rumah karena salah satu penghuni rumah tersebut di duga meninggal karena HIV/ AIDS.

Karena kabar itu pula masyarakat tak ada yang berani untuk memandikan mayat tersebut karena takut tertular,akhirnya perangkat desa memutuskan untuk membawa jenazah tersebut ke Rumah Sakit untuk di mandikan, dan mereka harus merogoh kocek sebesar Rp.1,73 juta untuk ongkos memandikan.

Kejadian ini terjadi di desa Besole,Tulungagung. Korban yang baru saja pulang dari bekerja di Kalimantan pada akhir Juli lalu mengeluh sakit kepala, lalu oleh keluarganya di bawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,lalu dari puskesmas di rujuk kembali ke RSUD dr.Ishak Tulungagung. Dia dirawat disana dengan diagnosa penyakit Typus, setelah empat hari menjalani perawatan keluarga membawanya pulang dengan alasan tidak punya biaya. Setelah di rumah penyakitnyapun bertambah parah, dan pada tanggal 27 agustus 2011 korbanpun menghembuskan nafas terakhir.

Entah siapa yang memulai, kabar mulai merebak bahwa kematian korban karena HIV/AIDS. Di duga oknum petugas kesehatan lah yang membocorkan berita tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Chidmadiyanto membenarkan telah terjadi peristiwa tersebut. Pihaknya juga sudah menerima laporan. 

Menurut dia, jika memang ada oknum petugas yang sengaja membocorkan informasi pasien, pihaknya siap menjatuhkan sanksi. “Sebab etikanya tidak boleh demikian, “ujarnya.

Kasi Pengendalian Penyakit Menular Didik Eka  menambahkan, pihaknya akan segera melakukan penyuluhan. Sejauh ini pihaknya belum menemukan indikasi keterlibatan petugas medis yang membocorkan informasi ke tengah masyarakat. “Kami nilai itu semua bermula dari sikap keluarga korban yang melarang warga mendekat.  Hal itu yang mendorong masyarakat menyimpulkan korban menderita HIV/AIDS, “ujarnya.
Sampai saat ini situasi di Desa tersebut masih mencekam karena warga masih takut jika tertular. Ini merupakan Tanggung jawab pemerintah,khususnya departemen kesehatan,untuk mensosialisasikan tentang HIV/AIDS dan bagaimana cara penularannya kepada para masyarakat khususnya di pedesaan yang masif minim dalam mendapatkan informasi. Agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap para ODHA baik yang masih hidup atupun yang telah meninggal dunia. Karena banyak sekali masyarakat yang masih awam dengan cara penularan penyakit ini. Jangankan yang di desa, masyarakat di kota besar seperti jakarta juga masih banyak yang belum mengetahui cara penularan penyakit ini, sehingga membawa mereka pada persepsi yang menyesatkan.

STOP DISKRIMINASI TERHADAP ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS) !!!!!!!!

{ 0 komentar.. read them below or add one }

Posting Komentar

 

Blog Archive