Penyebab Bilirubin Tinggi Pada Bayi Baru Lahir

Diposkan olehviky on Kamis, 02 Februari 2012

bayi
Kuning pada bayi atau jaundice atau ikterus, pada kulit dan mata bayi dapat merupakan tanda alami adanya gangguan fungsi  hati yang belum sempurna pada bayi.  Tetapi bisa juga terjadi karena gangguan patologis yang dapat meningkatkan kadar biliruibin sangat tinggi.

Terjadinya kuning pada mata atau kulit disebabkan peningkatan kadar bilirubin dalam darah bayi. Normalnya, bilirubin akan di metabolisme di hati agar efek racunnya hilang. Setelah di metabolisme menjadi bilirubin terkonyugasi atau terikat albumin akan dibuang bersama tinja dan sebagian kecil kembali lagi ke hati.

Pada kondisi bayi kuning, kedua bentuk bilirubin ini dapat meningkat. Apabila yang meningkat adalah bilirubin bebas tidak terikat albumin dengan kadar yang sangat tinggi maka dapat mengendap di sel-sel otak yang mengakibatkan terjadinya kejang.

Keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan bilirubin bebas adalah:

1.  PENYEBAB NORMAL

pada bayi baru lahir. Pada bayi baru lahir, enzim hati yang berfungsi sempurna sehingga banyak bilirubin tidak dapat dikonyugasi dan bayi terlihat kuning. Dengan bertambahnya umur bayi maka enzim hati tersebut akan lebih baik fungsinya, bilirubin akan lebih banyak dikonyugasi, dan warna kuning pada tubuh serta mata bayi berkurang, lalu menghilang. 

Proses ini memerlukan waktu sekitar seminggu untuk bayi lahir dengan berat badan normal dan sekitar dua minggu untuk bayi lahir dengan berat badan rendah. Biasanya peningkatan bilirubin pada keadaan ini jarang mencapai kadar bilirubin yang berbahaya bagi bayi.
DALAM KEADAAN FISIOLOGIS SEPERTI INI BIASANYA KUNING MENINGKAT SAAT USIA 3 HARI DAN LEBIH MENINGKAT SAAT USIA 3-5 HARI, DIMANA SETELAH HARI KE 5 AKAN MENURUN.
Untuk mempercepat konjugasi bilirubin dapat dilakukan pemberian sinar biru, untuk membantu kerja enzim hati sehingga proses konjugasi lebih cepat terjadi. Itulah mengapa bayi baru lahir yang agak kuning disarankan untuk di jemur pagi hari.

2.  PENYEBAB PATOLOGIS 

Biasanya bilirubin akan meningkat sangat tinggi sampai diatas 18 mg/dl, dan terjadi saat usia bayi 1-2 hari, atau akan terus meningkat setelah hari ke 6.

Kondisi ini disebabkan oleh pemecahan sel darah merah (eritrosit) yang berlebihan, Bilirubin merupakan pecahan dari sel darah merah (eritrosit) yang memang sudah waktunya pecah (yang berusia 120 hari). Jika eritrosit lebih mudah pecah, apalagi secara berlebihan maka kadar bilirubin juga meningkat dan peningkatan yang tidak dapat dikompensasi oleh hati (dimetabolisme secara normal), dapat menyebabkan kuning pada bayi.  Adapun kondisi yang dapat menyebabkan rapuhnya eritrosit adalah:
  • Golongan darah ibu dan bayi tidak sesuai, dikenal sebagai ABO incompability. Pada keadaan ini golongan darah ibu O, sedangkan bayinya golongan A atau B. Atau pada ibu yang bergolongan darah Rhesus negatif, sedangkan golongan darah bayi Rhesus positif.
  • Kurangnya enzim glukosa 6 phosphat dehydrogenase (G6PD) enzim yang berada di dinding sel darah merah yang berfungsi menjaga keutuhan dinding sel darah.
  • Penyakit bawaan atau turunan, dikenal dengan  sindrom Crigler Najjar dan sindrom Gillbert.


3. GANGGUAN LEVER ATAU HATI (SANGAT JARANG) 

Jika yang terjadi adalah peningkatan bilirubin terikat, maka perlu diwaspadai adanya radang hati akut yang biasa disebut hepatitis. Pada keadaan ini terjadi kerusakan sel-sel hati yang menyebabkan aliran bilirubin/empedu ke usus terhambat, sehingga bilirubin yang dibuang melalui tinja berkurang. Akibatnya, terjadi penimbunan bilirubin di hati yang sebagian akan masuk ke dalam aliran darah, sehingga menyebabkan kadar bilirubin terkonjugasi di dalam darah meningkat. Hepatitis pada bayi baru lahir antara lain disebabkan infeksi toksoplasma, Rubela, Cytomegalovirus, atau herpes simplex (infeksi TORCH).

Catatan :
KURANG MINUM BUKAN MERUPAKAN PENYEBAB KUNING PADA BAYI LAHIR, SEHINGGA PENANGANAN KUNING PADA BAYI BARU LAHIR ADALAH DENGAN SINAR ULTRA VIOLET KHUSUS, BUKAN DENGAN BANYAK MINUM ATAU MINUM OBAT ATAU VITAMIN.

SAMPAI SAAT INI TIDAK ADA OBAT MINUM ORAL YANG TERBUKTI EFEKTIF DAP[AT MENURUNKAN BILIRUBIN. MEMANG ADA OBAT YANG TERBUKTI DAPAT MENURUNKAN BILIRUBIN, SEPERTI PHENOBARBITAL, NAMUN OBAT TERSEBUT JARANG DIPAKAI KARENA EFEK SAMPINGNYA NGANTUK DAN AKAN EFEKTIF SETELAH HARI KE 3 PEMBERIAN.
source : newbornclinic

{ 4 komentar.. read them below or add one }

Anonim mengatakan...

I am regular reader, how are you everybody? This paragraph
posted at this web page is in fact nice.

Here is my webpage Biotechnology Careers

Anonim mengatakan...

Hi would you mind letting me know which web host you're working with? I've
loaded your blog in 3 different internet browsers and I must say this blog loads a lot faster then most.
Can you recommend a good hosting provider at a reasonable price?
Thanks a lot, I appreciate it!

my homepage :: simply click the following webpage

Anonim mengatakan...

For example, I want to lose 5 pounds of fat by February 25th.
What you should do is to focus or target a particular group of muscle for once or even twice a week.

Pencil in at least three workouts a week on your calendar.


Also visit my page :: cougarclubusa.com

Anonim mengatakan...

They aim at miming various good qualities of the
counterparts of the assumed celebrity. Both the content and
presentation of news are drastically different from what it used to
be. If a person is connected with the latest headlines, it will develop
an awareness in him with regards to the world which surrounds him.


Feel free to surf to my homepage :: Latest Daily News

Poskan Komentar